Rumah
Scandinavian Penjelasan dan Contohnya
By Ipung Achmad s
Berbagai literatur mengungkapkan bahwa
rumah Scandinavian terinspirasi dari cara hidup masyarakat di negara-negara
Skandinavia yang banyak bersentuhan dengan alam. Seperti misalnya negara yang
berada di belahan Eropa bagian utara yakni Norwegia, Swedia, Denmark, Islandia,
dan Finlandia.
Kesederhanaan, minimalis, dan
fungsional adalah tiga hal yang menjadi ciri utama dari gaya rumah
Scandinavian. Konsep sederhana dan minimalis misalnya, dapat ditemukan dalam
dominasi warna-warna netral seperti putih dan abu-abu terang. Alih-alih
sederhana, warna netral ini justru dapat menciptakan kesan mewah.
- Apa itu Rumah Scandinavian?
- Prinsip Dasar Rumah Scandinavian
- Ciri Khas Rumah Scandinavian
- Contoh Fasad Rumah Scandinavian
Rumah Scandinavian adalah salah satu
desain yang bisa dikenali dari karakteristiknya yang simpel dan minimalis.
Sesuai dengan namanya, desain Scandinavian ini berasal dari negara-negara
Nordic seperti Swedia, Norwegia, Denmark dan Islandia. Ada tiga hal yang
menjadi kekhasan dari gaya Scandinavian, yaitu simplicity (kesederhanaan), minimalism (minimalis),
dan functionality (fungsi).
Konsep ini pun sejalan dengan selera
para pecinta gaya minimalis karena gaya Scandinavian juga mengutamakan unsur ‘fungsi’
daripada sekadar desain semata. Di mana ruang-ruang yang ada harus dapat
difungsikan sebagaimana mestinya. Namun tetap dipadukan dengan detail-detail
interior yang simpel dan sederhana.
Pada awalnya, desain ini hanya populer dan
diterapkan pada berbagai furnitur rumah, desain interior dan tekstil. Namun,
hingga saat ini desain tersebut sudah mulai merambah kepada berbagai industri
besar seperti teknik sipil, desain arsitektur
1. Furnitur Multifungsi
Gaya desain Scandinavian memiliki ciri
minimalis dalam penggunaan perabot. Perabot yang digunakan memiliki bentuk yang
cenderung ramping, disesuaikan dengan fungsi dan kebutuhannya. Tak heran jika
hunian yang menerapkan desain ini cenderung terlihat lapang dan clean.
Penyebabnya, di negara-negara Eropa
Utara sumber daya alam seperti kayu sangat terbatas. Masyarakat di sana
berusaha memanfaatkan potensi alam sebaik mungkin. Mereka memilih membuat furnitur minimalis yang multifungsi agar tidak
menghabiskan sumber daya alam mereka.
2. Cahaya Alami Maksimal
Desain skandinavia umumnya memiliki
bukaan yang besar sehingga memungkinkan Anda untuk tidak menggunakan penerangan
lampu di siang hari. Hal ini dipengaruhi oleh musim dingin di wilayah Eropa
utara yang berkepanjangan dan gelap.
Pada musim panas masyarakat di sana memaksimalkan
pemanfaatan cahaya matahari dengan membuat hunian yang sarat memiliki bukaan
lebar. Masyarakat Skandinavia sangat ahli dalam hal ini.
3. Warna Natural
Penggunaan warna-warna natural yang
terinspirasi dari alam, seperti krem, cokelat kayu, dan warna floral adalah
salah satu prinsip dasar rumah Scandinavian. Warna putih juga sering digunakan
karena dianggap sebagai warna terbaik untuk memantulkan cahaya matahari untuk
menyinari ruangan secara alami.
4. Tanaman
Di tengah dominasi warna natural, Anda
dapat menyelipkan tanaman di dalam ruang. Masyarakat Skandinavia melakukan ini
agar mereka dapat menikmati suasana luar rumah di dalam ruangan. Sebab, selama
musim dingin yang panjang mereka nyaris tidak dapat melakukan kegiatan apapun
di luar rumah. Dengan menempatkan tanaman di dalam ruang, suasana hunian juga
akan lebih hidup.
5. Pemandangan Alam
Orang Skandinavia gemar menikmati
pemandangan alam yang hijau dan menyegarkan. Karena itu, selain untuk
memasukkan cahaya matahari ke dalam rumah, bukaan yang besar juga berfungsi
untuk memperlihatkan pemandangan di luar rumah.
6. Eco-Friendly
Masyarakat Skandinavia sangat
memperhatikan kelestarian alam. Karena itu dalam membuat hunian mereka selalu
mempertimbangkan unsur keramahan alam. Penggunaan furnitur yang minimalis dan
pemanfaatan cahaya alami yang maksimal merupakan bentuk upaya mereka dalam
menjaga kelestarian alam.
7. Ramah Anak
Jika Anda perhatikan, desain
Skandinavia cenderung simpel, lapang, dan ringkas. Hal itu dilakukan untuk
memberi kenyamanan dalam bermobilitas di dalam ruangan, terutama untuk anak.
Tak heran jika gaya desain ini digemari, pasalnya desain ini mempertimbangkan
banyak segi dan kebutuhan.
Ciri Khas Rumah Scandinavian
Berbicara mengenai ciri khas rumah
Scandinavian, salah satu yang ditonjolkan dalam desain ini adalah penggunaan
material yang alami. Anda bisa menggunakan kayu untuk bagian lantai sementara
penggunaan karpet tidak direkomendasikan. Namun apabila Anda tetap ingin
menggunakannya, pilih karpet dengan ukuran kecil dan warna netral.
Selanjutnya, mengingat gaya
Skandinavia lekat dengan desain yang terstruktur dan menonjolkan bentuk-bentuk
geometri seperti lingkaran dan segi empat, maka sebaiknya pilih perabotan yang
tepat untuk rumah. Misalnya, gunakan cermin di kamar mandi yang memiliki bentuk
lingkaran atau meja makan berbentuk persegi panjang.
Di samping itu, ciri khas interior rumah Scandinavian adalah banyak menggunakan elemen kayu. Untuk menerapkannya di rumah, Anda dapat membeli kitchen set dengan pintu kayu atau memilih kursi meja makan dari kayu. Tidak hanya kayu, Anda juga bisa bermain dengan menggabungkan elemen metal. Memasang lampu gantung dari bahan metal di ruang tamu dapat menambah pantulan yang indah pada perabot kayu yang telah diberi politur.
Dalam membangun rumah Scandinavian di
Indonesia ada beberapa aspek yang harus dipatuhi. Utamanya adalah selalu
gunakan komposisi sederhana dengan garis bersih, bentuk dasar, dan warna-warni
solid. Hal itu bisa dituangkan dari fasad rumah dengan penggunaan atap
berbentuk datar maupun segitiga. Cek apa saja tips membangun rumah
Scandinavian!
a.
Kemiringan atap
pada rumah Scandinavian cenderung pendek.
b.
Bentuk atap
dibuat sangat sederhana dengan garis tegas guna memberikan kesan rumah yang
kokoh untuk menahan angin kencang.
c.
Di lantai satu
umumnya terdapat teras sebagai pemanis eksterior.
d.
Pada rumah
Scandinavian dua lantai, area balkon mengambil space dari
kedalaman ujung atap pelana dengan railing kayu.



Komentar
Posting Komentar